Saturday, 30 April 2011

Status facebook dan karakter seseorang

Facebook bukan kata yang aneh lagi di telinga kita. Tiap ketemu orang baru, pertanyaan pertama adalah nomor telephone yang kedua adalah account facebook. Sebagian perusahaan bahkan menjadikan account facebook sebagai salah satu acuan dalam menerima calon karyawannya.

Benarkah karakter seseorang bisa dilihat dari account facebooknya ?

Saya ga tau jawabannya. Tapi setelah saya amati (maklum kurang kerjaan), tiap orang memiliki ciri khas dalam memanfaatkan account facebook nya. Antara lain
  1. Ada yang selalu menulis hal-hal yang informatif di dalam statusnya. Sehingga accountnya terlihat sebagai sebuah account berita
  2. Ada yang selalu menuliskan keluhannya terhadap keadaan sekitarnya. Keluhan terhadap teman kantor, tetangga, kerjaan, hujan, panas, sampai tukang mie ayam pun dia keluhkan.
  3. Ada yang selalu menuliskan kegembiraannya. Sampe-sampe kalimat "What a wonderfull day" dan kalimat sejenis ditulisnya berulang-ulang.
  4. Ada yang selalu menunjukkan bahwa dia adalah orang alim. dengan kalimat-kalimat dakwahnya, serta menuliskan petikan kitab suci nya.
  5. Ada yang selalu menuliskan kalimat-kalimat motivasi.Mungkin dia ingin semua temannya termotivasi untuk maju seperti dirinya
  6. Ada yang selalu menuliskan kegiatan dari buka mata, sampe tutup mata. "Baru bangun nih", "mandi dulu ah", "berangkat kantor", "bis penuh banget, mana macet lagi", "sampe kantor","meeting", 'ke wc", dan seterusnya. Khusus yang tipe ini biasanya langsung saya hidden hehehe..
  7. Ada yang selalu meng-upload foto dirinya sesaat sebelum berangkat kantor. dengan latar belakang yang sama, yaitu lemari pakaian di kamarnya.
  8. Ada juga yang selalu mempromosikan dagangannya. Maklum pengikut MLM.
  9. Ada juga yang unik. Kadang dia menunjukkan kesederhanaannya, kadang terdengar kompleks. Kadang menunjukkan kebejatannya, tapi tidak jarang menunjukkan kealimannya. Kadang menunjukkan bahwa dia menikmati hidup, tapi sering juga dia mengeluh.

Pertanyaannya sekarang, Tipe yang manakah anda ?

pict : facebook.com

Saturday, 9 April 2011

Perokok = Orang egois ?


"Ternyata perokok itu orang-orang yang egois ya..."
Weits.. Saya cukup merasa terpojokkan dengan pernyataan itu. Walaupun saya sekarang tidak merokok, tapi dulu saya termasuk perokok cukup berat. Jadi masih terasa tersindir. Yang mengagetkan pernyataan itu keluar dari seorang sahabat yang juga seorang perokok. Jadi dengan terpaksa saya harus mendengarkan argumennya. Karena saya pikir jika pernyataan tersebut keluar dari mulut seorang perokok, maka argumennya pasti lebih objektif.


Mudah saja cara dia menjelaskan argumennya. Saya diajak melihat seseorang yang sedang merokok di sebuah tempat makan. Yang saya harus perhatikan bukanlah si perokok, tapi orang-orang disekitarnya. Jelas sekali terlihat bahwa orang-orang disekitarnya menunjukkan wajah terganggu. Namun tidak ada satupun dari mereka yang berani menegurnya. Entah tidak berani, atau males membuat masalah.Yang jelas si perokok tenang-tenang saja mengumbar asapnya kemana-mana.


Kemudian saya diajak membayangkan jika si perokok tadi berada di ruang tertutup seperti bis, angkot atau tempat makan yang tertutup. Lebih parah lagi jika ruangan itu ber ac. Jelas orang disekitarnya akan lebih terganggu. Namun sekali lagi. mereka hanya menunjukkan wajah terganggu tapi tidak menegurnya.


Belum puas menyampaikan argumennya, dia menunjukkan fakta bahwa banyak sekali orang tua yang merokok di rumahnya. Anak dan istri terpaksa menghisap asap selama bertahun-tahun tanpa berani protes. Lebih lucunya lagi saat si anak mencoba-coba untuk merokok, sang ayah marah besar.


Ternyata dia masih ingin menyampaikan argumennya. dan saya yakin masih belasan bahkan mungkin puluhan alasan yang mendukung pernyataan dia tadi. Tapi saya cegah. Karena selain dia mulai berbicara seperti penceramah, juga karena cacing di perut sudah mulai demo minta makan.


Dua situasi tadi sudah menjelaskan kepada saya, sah-sah saja jika seorang perokok dianggap orang yang egois. Saya yakin bukan karena sifat dasar si perokok, tapi lebih karena ketidaktahuan. Buktinya saya yang sudah lama merokok, baru menyadari hal itu.

Lalu bagaimana cara menjadi perokok yang tidak egois ? Menurut saya jawabannya sangat sederhana.  
  1. Merokoklah di ruang terbuka, jauh dari orang lain yang bukan perokok.
  2. Jagalah keluarga anda dengan tidak merokok di rumah atau di dekat mereka.
  3. Tegurlah setiap orang yang merokok di dekat keluarga anda.
Ayo menjadi perokok yang tidak merugikan orang lain.

pict : mynews.in

    Dunia dalam senyumanku

    Jadi ingat satu minggu yang lalu saat menjemput istri pulang kerja. Hujan deras membuat jalan-jalan di jakarta menjadi neraka bagi penggunanya. Pada cuaca cerah saja jalan - jalan kesulitan menampung debit kendaraan apalagi saat hujan. Ruas yang menyempit karena banjir menambah usut wajah kota.

    Seakan tersihir, mood saya pun mendadak terjun bebas. Dan sudah dipastikan bukan saya saja yang mengalaminya. Hampir setiap orang yang saya lihat sepanjang jalan menunjukkan wajah murungnya. Tidak satupun senyuman saya temukan. Klakson barsahutan diiringi wajah garang pengendaranya. Pedagang asongan berteduh dengan tatapan mata kosong seakan sedang berada di dunia lain. Aparat pun memilih menyingkir dari jalan karena memang kemacetan sangat sulit terurai. Sore yang sangat kacau. menambah beban hidup warganya. Beban hidup ?

    Ya, sepertinya saya terlalu berlebihan menggunakan istilah itu. Harusnya suasana sore ini hanya menjadi sebuah "tantangan" bukan "beban". Setidaknya begitulah yang selalu didendangkan para motivator dalam setiap pentasnya. Tapi sampai detik ini saya tetap tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Mungkin karena saya terlalu lemot hehehe..

    Beberapa hari kemudian saya menghadapi situasi yang sama. Sore yang rame karena jam pulang kantor. dihiasi hujan deras dan banjir di mana-mana. Tapi kali ini saya sedikit berbeda. Saya memutuskan untuk tidak terbawa suasana. Saya memaksakan diri untuk tersenyum. Ya, memaksakan diri. Karena memang sulit untuk tersenyum dalam keadaan seperti ini. AJAIB, kali ini saya melihat banyak sekali wajah ceria dan senyuman. Mulai dari pengendara, pedagang asongan, peminta-minta sampai aparat terlihat tersenyum dan sesekali bercanda dengan orang di dekatnya. Kemana saja mereka beberapa hari yang lalu ? Memang masih terlihat wajah murung, tapi hanya segelintir saja. Klakson tetap bersahutan, tapi ditelinga terasa berbeda. Ada yang aneh dengan dunia, atau justru saya yang mulai aneh.

    Mungkin para motivator yang lebih ahli dan mampu untuk menjelaskan fenomena ini. Tapi saya ga peduli. Saya tidak mau terjebak dalam pembahasan hal-hal yang tidak jelas seperti ini. Yang penting saya mulai menikmati fenomena ini. Sekarang senyum menjadi senjata saya dalam menghadapi masalah apapun. Walau dipaksa, ternyata tetap berkhasiat besar. Karena dunia akan berubah saat saya tersenyum.

    pict : clipartof.com

    Friday, 8 April 2011

    Mutasi motor dari tangerang ke jakarta barat

    Ga nyadar ternyata sudah waktunya perpanjang STNK motor. Namun ternyata ada masalah, saat ini saya sudah menjadi warga jakarta barat, sehingga KTP sudah ganti dari KTP Tangerang jadi KTP Jakarta Barat. Inilah letak masalahnya, perpanjang STNK harus menggunakan KTP yang alamatnya sama dengan STNK. Mau ga mau harus melakukan mutasi.

    Tanggal 28 maret (senin) mulai perjalanan dengan mengunjungi Samsat serpong. Tempat yang saya nilai sangat teratur dan jelas teknis perpanjangan STNK nya. Kali ini untuk mutasi, saya kembali mencoba untuk tidak menggunakan calo. Sampai di samsat saya langsung mengutarakan ingin mutasi motor. Lalu diberikan formulir mutasi dan di suruh melakukan pemeriksaan fisik motor. Oya sebelumnya jangan lupa siapkan KTP, STNK, dan BPKB asli beserta fotocopinya.

    Lokasi pemeriksaan fisik ada di belakang gedung samsat. Bawa motor ke tempatnya, trus langsung menuju loket pemeriksaan fisik, diberikan formulir dan diserahkan ke petugas periksa. Setelah itu kembali ke loket tadi. Cukup cepat, tidak sampai 10 menit sudah dipanggil dan membayar Rp 25.000,- (tanpa kwitansi).
    Kembali ke gedung samsat, kali ini langsung ke loket mutasi. Serahkan berkas - berkas tadi dan tunggu. Kali ini cukup lama, 40 menit kemudian baru dipanggil dan membayar Rp 75.000,-. Diberikan tanda terima dan fc STNK yang dilegalisir sebagai pengganti STNK sementara.Disuruh kembali 3 hari lagi (kamis).

    Hari kamis pagi kembali ke loket mutasi, serahkan tanda terima. 5 menit kemudian dipanggil dan mendapat berkas-berkas lengkap yang nanti diserahkan ke samsat Jakarta Barat. Ternyata masih ada satu langkah lagi di serpong. Serahkan berkas tadi ke loket fiskal untuk membayar fiskal antar daerah. Biaya fiskal Rp 35.000,-. Kita mendapat satu berkas lagi yaitu lembar fiskal.
    Pengurusan di serpong saya nilai sederhana dan tidak rumit. Terima kasih samsat serpong.

    Besoknya (jumat) saya datangi Samsat Jakbar di Jl. Daan Mogot. Langsung ke loket pemeriksaan fisik untuk melegalisir hasil pemeriksaan fisik di serpong. Tidak perlu membawa motor karena tidak melakukan pemeriksaan fisik ulang. Ga sampe 10 menit dipanggil dan membayar Rp 30.000,-. Satelah itu fotocopy lembar fiskal, permohonan mutasi dan berkas pemeriksaan fisik yang sudah dilegalisir.
    Langsung ke lantai 4, minta formulir mutasi, diisi lalu kembalikan bersama semua berkas (kec KTP dan BPKB asli) ke loket. Bayar Rp 60.000,-. Lalu saya mendapat tanda terima dan disuruh kembali hari senin.

    Senin pagi datang jam 8.30. Bertepatan dengan jam buka pelayanan Samsat. Langsung ke lantai 4 dan menyerahkan tanda terima. Dengan santainya bapak yang di loket tadi mengembalikan tanda terima saya dan mengatakan masih lama karena harus mencari berkasnya di ribuan berkas lainnya. RIBUAN ?. Alasan yang saya anggap mengada-ngada, karena menurut saya samsat jakbar tinggal membuat berkas baru bukan mencari berkas lama seperti di serpong. Lebih aneh lagi dia bisa menuliskan no polisi yang baru di kertas tanda terima saya. Apakah dia minta disuap supaya pengurusan lebih cepat ? Hmm.. mungkin saja. Tapi saya sudah bertekat untuk tidak melakukan itu. Karena jika saya adalah aparat pemerintah, saya akan sangat terhina jika ada seseorang yang menyuap saya.

    1 jam 15 menit saya menunggu, tapi saya tidak melihat dia melakukan pencarian berkas yang katanya ribuan tadi. Oya, saat itu orang yang sedang mengurus mutasi hanya saya, sehingga loket mutasi tidak sedang sibuk. Akhirnya kesabaran saya habis, saya mendatangi petugas loket yang disebelahnya, seorang ibu. Lalu dia mengecek tanda terima saya. Dengan wajah ragu dan melirik ke bapak tadi dia menjawab masih 30 menit lagi. Kemudian saya duduk. Namun 5 menit kemudian ibu tadi memanggil saya dan menyerahkan slip pembayaran pajak. Wuih, bener-bener sialan tuh bapak. Ternyata berkasnya sudah ada di meja itu dari tadi.
    Setelah itu saya ke loket pembayaran pajak dan membayar Rp 265.000,-. slip tadi saya serahkan ke loket pengambilan STNK. STNK langsung di tangan. Berkas-berkas saya sudah ada di meja mereka dari pagi. Buktinya saat bayar pajak, berkas saya sudah di loket pajak dan STNK baru pun sudah siap di ambil di loket pengambilan STNK. Bener-bener pelayanan yang buruk dari oknum samsat.

    Setelah STNK di tangan, tinggal mengambil plat nomor. Letak loketnya di belakang kantor samsat. Seperti STNK tadi, ternyata plat nomor saya sudah siap untuk diambil. bayar Rp 5000,-.

    Selesailah urusan mutasi STNK. Sistemnya tidak rumit malah bisa dikatakan sederhana. Terimakasih Samsat yang sudah membuat sistem yang baik sehingga pengurusan menjadi mudah. Namun perlu diawasi lagi oknum-oknum yang bisa merusak citra samsat.

    Catatan biaya :
    Samsat Tangerang
    - Pemeriksaan fisik  Rp 25.000,-
    - Pengurusan mutasi Rp 75.000,-
    - Fiskal antar daerah Rp 35.000,-
    Samsat Jakbar
    - Legalisir pemeriksaan fisik Rp 30.000,-
    - Pengurusan mutasi Rp 60.000,-
    - Pajak kendaraan (mio) Rp 265.000,-
    - Plat nomor Rp 5.000,-
    TOTAL Biaya : Rp 495.000,-


    pict : www.clipartof.com

    Saturday, 20 November 2010

    Transformasi celana dalam menjadi sebuah identitas

     "Don't judge a book by its cover"

    Kita pasti sering kali mendengar kalimat tersebut, yang maknanya janganlah menilai seseorang dari pakaian atau penampilannya saja. Karena penampilan tidak menggambarkan kepribadian orang tersebut.




    Namun, saya pernah mengalami pengalaman yang unik.

    Suatu saat saya dan istri jalan-jalan di sebuah pertokoan di kawasan Blok M. Niatnya mau ngajak istri nonton biar dibilang sayang istri hehe.. Ternyata banyak sekali ABG berkeliaran di situ. Mereka bergerombol membentuk kelompok-kelompok. Ada yang menggunakan jaket yang sama, warna baju yang sama atau asesoris pakaian yang sama. Seakan-akan mereka berlomba-lomba untuk menunjukkan jati diri masing-masing.

    Dari sekian banyak kelompok ABG, kami tertarik dengan salah satu kelompok laki-laki ABG yang tidak menggunakan atribut yang sama seperti hal nya kelompok lain. Yang sama dari mereka adalah jenis celana jeans yang mereka kenakan. Tampak seperti kebesaran/kedodoran. Sehingga celana tersebut tidak menggantung di pinggang, tapi di pinggul. Bahkan ada yang tampat menggantung di pantat. mungkin saking kebesarannya hahaha..Ya.. anda tidak perlu melihat kembali kalimat di awal tadi, saya jelaskan sekali lagi bahwa ini kelompok ABG LAKI-LAKI. Sebagai orang yang tidak mengamati perkembangan dunia per-ABG-an, tentu saja saya dan istri terbengong-bengong atau lebih tepatnya terkagum-kagum dengan mereka.

    Ternyata ga sampe di situ aja. Ketika kami naik eskalator, kebetulan rombongan itu berada tepat didepan kami. Di sini lah saya baru tahu kalo identitas kelompok mereka bukan pada celana jean yang kedodoran. tapi pada celana dalamnya. Mereka menggunakan celana dalam yang sama baik motif maupun warna. Celana jeans yang kedodoran dimaksudkan supaya orang bisa melihat identitas mereka tersebut, yaitu celana dalam yang seragam. Spontan saja membuat saya dan istri cekikikan ga berhenti-henti. Bahkan sampai di rumah pun kami masih tersenyum-senyum sendiri kalo mengingat kejadian itu.

    Mungkin harus dirubah kata pembukaan diatas. "Jangan menilai seseorang dari pakaian luarnya saja, tapi nilailah dari celana dalam yang dikenakannya " Hahaha....


    Picture : kompas.com

    Monday, 10 May 2010

    Arti kata sircus buat saya

    Sebelumnya kata sircus bukanlah sebuah kata yang istimewa dalam hidup saya. Jika ada acara sircus di TV, maka dia akan menjadi pilihan terakhir untuk di tonton jika channel lain hanya berisi sinetron atau acara reality show yang ga bermutu. Menurut saya tontonan sircus hanya identik dengan orang-orang yang unjuk ketrampilan dan hewan-hewan yang unjuk kepatuhan. Tidak lebih.

    Beberapa hari yang lalu istri mengajak menonton Sircus Moscow di sumarecon serpong. Kebetulan dapet tiket discount dari kantornya (tetep cari yang murah hehe..) Masih saja apatis dan tidak berharap akan menonton sesuatu yang spektakuler karena standard penampilan sircus rata-rata hampir sama. Perasaan apatis masih saja bergelayut di hati, apalagi begitu melihat tempat parkir yang penuh dan antrian masuk tenda yang cukup panjang. Hhh.. ribet dah..

    Begitu acara mulai, saat itulah mata saya berasa dibuka lebar. Melihat sircus secara langsung dengan melihat di tv memiliki sensasi yang sangat jauh berbeda. Saya jadi ikut merasakan ketegangan yang mereka rasakan, sangat kagum dengan penampilan yang luar biasa. Mulai dari keahlian seorang anak kecil dalam menekuk-nekuk tubuhnya, pasangan yang tampil cantik dan berani di dua buah tali dengan ketinggian lebih dari 10 meter, seorang wanita yang mampu memainkan hula hoop di hampir setiap lekuk tubuhnya, sampai sebuah tim yang melakukan akrobat di udara sebagai sajian penutup. Yang jelas membuat saya terkagum-kagum dan terpana selama acara berlangsung.

    Ternyata kekaguman saya tidak hanya sebatas di pintu keluar tenda sircus. Sampai saat ini saya masih berfikir, bagaimana mungkin ada orang yang mampu mendorong kemampuannya sendiri hingga melampaui batas kemampuan manusia normal. Sangat Naif jika saya mengatakan itu hanya karena bakat. Pasti lebih dari itu. Hanya kerja keras dan kemauan ingin maju yang kuat lah yang mampu membentuk keahlian itu. Saya membayangkan mereka pasti menemui kegagalan berulang kali saat mencoba mengembangkan trik pertunjukan mereka. Cidera merupakan makanan wajib bagi mereka. Kekuatan tekat dan tidak mudah mengeluh pasti menjadi bahan bakar mereka.

    Sekarang saya mulai menemui sang cermin,sahabat yang sudah lama banget sayalupakan. Ternyata saya melihat banyak sekali lobang di dalam diri saya. Kegagalan yang mereka temui pastilah jauh lebih banyak dari yang gue temui. Tapi kenapa keluhan saya justru yang paling banyak. Sering sekali kerikil kecil yang menyakiti kaki menjadi alasan untuk berhenti melangkah. Ketika menemui batu yang lebih besar sedikit akan menjelma menjadi alasan kuat yang membuat saya melangkah mundur. Bener-bener ga tau diri nih saya.

    Saat ini saya bertekat, akan menjadi pemain sirkus bagi diri sendiri. Kalo mereka mampu mendorong kemampuan dirinya hingga melebihi batas normal, kenapa saya tidak. Kata sircus akan menjadi kata pemicu bagi saya, kata yang berarti kerja keras, pantang mengeluh dan kejayaan.

    Friday, 29 January 2010

    "SMILE" the powerful song


     SMILE

    (A tribute to Charlie Chaplin taken from the stage version of "Smile")
    Words Written by John Turner and Geoffrey Parsons.
    Music Composed by Charles Chaplin.
    Produced by David Foster and Michael Jackson.


    Smile, though your heart is aching
    Smile, even though it's breaking
    When there are clouds in the sky
    You'll get by...

    If you smile
    With your fear and sorrow
    Smile and maybe tomorrow
    You'll find that life is still worthwhile
    if you'll just...

    Light up your face with gladness
    Hide every trace of sadness
    Although a tear may be ever so near
    That's the time you must keep on trying
    Smile, what's the use of crying
    You'll find that life is still worthwhile
    If you'll just...

    Smile, though your heart is aching
    Smile, even though it's breaking
    When there are clouds in the sky
    You'll get by...

    If you smile
    Through your fear and sorrow
    Smile and maybe tomorrow
    You'll find that life is still worthwhile
    If you'll just Smile...

    That's the time you must keep on trying
    Smile, what's the use of crying
    You'll find that life is still worthwhile
    If you'll just Smile...


    source : metrolyrics.com
    picture : bestofmichaeljackson.jclondon.com

    Wednesday, 6 January 2010

    Etika berbicara di telepon


    Pagi ini handphone saya pun berdering .....

    saya : Halo
    ???? : Halo pak
    saya : iya..
    ???? : Ini pak adi bukan ya ?
    saya : betul ibu
    ???? : sudah punya kartu kredit pak ?
    saya : maaf ini siapa?
    ???? : Saya dari bank ***** (sensor) ingin menawarkan kartu kredit
    saya : o.. kayaknya saat ini saya belom membutuhkan kartu kredit deh
    ???? : Oke terima kasih kalo gitu (langsung diputus)
    saya : ?????????????

    Sungguh staf marketing yang aneh. Apakah para staf marketing tidak dibekali dengan Etika berbicara di telephone ? Bukankan pengetahuan dan kemampuan ini merupakan alat kesuksesan bagi semua orang terutama marketing ?
    Salah satu penyebab menurunnya kemampuan ini mugkin karena saat ini hp hampir dimiliki oleh semua orang. Jika ingin menghubungi teman, langsung saja ke nomor hp nya, tidak perlu menelpon rumah atau kantornya sehingga tidak perlu berbasa-basi. Ada baiknya kita mempelajari kembali bagaimana berbicara di telephone dengan baik.


    Setelah belajar dari banyak orang, maka inilah etika berbicara di telephone versi saya.

    1. Bicaralah dengan lembut dan sopan
    Ini sih semua orang juga tau. Namun yang mungkin kita tidak sadari adalah mood saat sebelum menelpon atau menerima telpon akan mempengaruhi intonasi suara. Jika sedang marah atau kesal, intonasi suara kita pun akan terdengar marah atau kesal.
    Lalu bagaimana mengatasinya ?
    Ilmu ini didapat dari kakak saya yang notabene seorang marketing handal (setidaknya menurut saya hehehe). Sebelum menelpon, tersenyumlah terlebih dahulu. Walau senyuman kita palsu, tapi secara ajaib bisa merubah intonasi suara menjadi lebih baik. Dengan begitu kita bisa bicara secara lembut dan sopan.

    2. Ucapkan salam
    Ucapan salam seperti Assalamu'alaikum , Selamat pagi dan sebagainya di awal dan akhir pembicaraan merupakan tanda hormat terhadap orang yang kita ajak bicara. Gunakanlah sebagai pengganti kata "halo"

    3. Perkenalkan diri terlebih dahulu
    Sering kali saat kita menelpon kita langsung meminta berbicara dengan seseorang tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu. Untuk sebagian orang  hal ini dianggap tidak sopan. Perkenalkan diri terlebih dahulu jangan menunggu sampai ditanya. Sebut nama anda dengan jelas.


    4. Jelaskan kepentingan anda
    Jelaskan kepentingan anda secara singkat namun jelas. Hal ini agar penerima telephone tidak bingung.

    5. Gunakan bahasa yang santun
    Lebih gunakan bahasa Indonesia yang baik dan sebisa mungkin hindari bahasa-bahasa pergaulan.

    6. Jangan hanya "pak" atau "bu"
    Panggillah orang yang anda ajak bicara dengan panggilan "Bapak"atau "ibu". Kata ini terdengar lebih santun dari pada sekedar "Pak" atau "Bu"

    7. Ganti kata "ya" dengan kata "baik"
    Cobalah untuk mengganti kata "ya pak" dengan "baik bapak" ketika kita menyetujui atau menyanggupi pernyataan orang yang kita ajak bicara.


    8. Ucapkan terima kasih
    Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih sebelum menutup pembicaraan.

    Tentunya masih banyak lagi teknik untuk menelpon dengan baik. Ada yang mau menambahkan ?


    picture : daisychaindaynurseries.co.uk

    Thursday, 31 December 2009

    Berkembangnya sebuah ide sederhana

    Pernahkah anda memiliki sebuah ide yang sangat sederhana dan terkesan konyol ? Atau bahkan ketika orang lain mendengar, mereka akan tertawa dan memaksa anda untuk ikut mentertawakan ide anda sendiri ?
    Saya pernah.. Ketika saya yakin bahwa orang bisa belajar renang hanya dalam hitungan jam, semua orang tertawa. Sampai akhirnya saya berada di titik dimana saya mulai ikut mentertawakan ide saya sendiri. Ironis..

    Sampai suatu saat saya menyadari, bahwa semua yang kita lihat saat ini adalah buah dari ide yang terkesan konyol dan bahkan tidak mungkin. Pesawat terbang yang kita lihat sekarang bermula dari ide konyol wright bersaudara yang ingin bisa terbang. Keinginan untuk bisa berbicara jarak jauh sudah melahirkan telephone. Dan masih banyak lagi keajaiban yang telah diciptakan manusia yang berangkat dari ide konyol.

    Ide konyol itu pun muncul lagi. Saya kembali yakin bahwa orang bisa belajar renang dalam hitungan jam. Saya mulai belajar untuk memahami kesulitan orang dalam mempelajari renang, memahami rasa takutnya dan memahami sifat air itu sendiri. Informasi saya dapat dari banyak guru antara lain pelatih renang, nelayan, psikolog, dokter dan juga literatur-literatur yang membahas tentang air dan tubuh manusia. Dari sini metode belajar renang terbentuk.

    Namun tidak berhenti sampai di situ, ternyata informasi yang paling baik justru datang dari para peserta belajar renang. Setiap peserta memiliki kesulitan yang berbeda-beda saat belajar, hal ini memaksa saya untuk berfikir bagaimana cara mengatasi kesulitan mereka. Di sinilah metode saya berkembang pesat. Muncul teknik-teknik baru hasil pemikiran yang didasari dari kesulitan tiap peserta. Sehingga dengan prinsip ini, saya yakin metode ini akan semakin baik seiring bertambahnya peserta.

    Saat ini ide sederhana saya yang sekarang dikenal dengan Metode BRDC (belajarrenang.com) ini mengalami perkembangan yang sangat baik. Tingkat keberhasilan tinggi dan keberanian kami untuk memberikan jaminan uang kembali mendapat respon yang baik dari peminat olah raga renang. Antusiasme peserta yang tinggi membuat kami kewalahan dalam mengatur jadwal. Permintaan pelatihan dari luar jakarta pun mulai banyak. Hal ini mendorong kami untuk mendidik pelatih-pelatih baru untuk memenuhi permintaan klien.
    Siapa sangka, ide sederhana tadi menjadi berkembang seperti ini.

    Jadi, jangan tertawakan ide sederhana anda, karena mungkin saja ide anda itu dibutuhkan oleh banyak orang.


    picture : offthespottingbox.com

    Wednesday, 2 December 2009

    Kesetiaan cinta

    Baru aja lihat tv tentang berita kriminal, ada satu hal yang menarik.

    Seorang narapidana melangsungkan pernikahannya di mesjid penjara di sebuah daerah di jawa tengah. Mempelai wanita menggunakan jilbab, dan dengan pakaian yang sederhana. Namun di dalam kesederhanaannya, kecantikan wanita tadi tampak sangat jelas. Kalo boleh saya komentar, dengan kecantikan seperti itu sang wanita bisa mendapatkan pria mana saja yang dia mau. Namun dia tetap memilih menikah dengan tunangannya walaupun berstatus sebagai narapidana. Sebuah kesetiaan cinta yang sangat saya kagumi.

    Kesetiaan cinta memang kerap diuji oleh masalah-masalah dari yang ringan sampai yang cukup berat, termasuk masuknya sang tunangan ke dalam tahanan. Pertanyaannya, masalah apakah yang menyebabkan sang pria masuk ke dalam jeruji tahanan.

    Jawabannya, Sang pria tertangkap mencabuli anak tetangganya.

    Hmm.. kesetiaan cinta ataukah cinta buta ?

    Picture  by Lara Coton : http://www.magnusmagazine.co.uk